Netizen +62 Tagih Janji Hukuman Mati Terhadap Koruptor di Tengah Pandemi

[Menteri Sosial Juliari P Batubara ketika ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 di Kementerian Sosial (Foto: Antara)]

Jakarta | AbangPutih.com – Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Aswanto beberapa waktu lalu pernah mengingatkan bahwa tindak pidana korupsi dalam kondisi darurat, seperti pandemi wabah COVID-19, dapat diancam dengan hukuman mati.

“Korupsi dalam kondisi darurat bisa diperberat. Melakukan tindak pidana korupsi dalam kondisi darurat hukumannya bisa hukuman mati,” kata Aswanto dalam kuliah umum daring bertema Menuntut Hak dan Menjalankan Kewajiban Konstitusional di Tengah Pandemi COVID-19, Selasa (9/6/2020) lalu sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Antara.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam Pasal 2 Ayat (2) berbunyi: “Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan.”

Aswanto juga menekankan masyarakat memiliki tanggung jawab mengontrol dan mengawasi penggunaan anggaran penanganan COVID-19 yang cukup besar, yakni hingga mencapai Rp677,2 triliun.

Hal yang sama juga pernah disampaikan sebelumnya oleh Firli Bahuri selaku Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengatakan KPK ancam hukum mati koruptor anggaran COVID-19 dan tak segan-segan menuntut mereka dengan hukuman mati jika melakukan korupsi di tengah bencana Covid-19, Rabu (29/04/2020) lalu.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan sanksi itu tidak melanggar hak asasi karena diatur dalam Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kini, dengan ditetapkannya Juliari Batubara Menteri Sosial dan empat orang lain sebagai tersangka korupsi bantuan sosial untuk penanganan Covid-19, hal itu pun tidak lepas dari sorotan masyarakat. Ketika kenakan rompi oranye, Mensos Jualiari ditahan KPK.

Berdasarkan pantauan sebagaimana dikutip dari SuaraSurabaya.net banyak Netizen +62 yang menagih janji hukuman mati kepada koruptor yang beraksi di tengah pandemi. Berikut beberapa tanggapan netter di kolom komentar facebook e100 dan twitter @e100ss.

“Bukannya korupsi dalam penanganan musibah / bencana terancam hukuman mati ya?,” tulis akun Rizal Bahri.

“Katanya yang main2 dengan dana covid mau dihukum mati, hukum mati aja tuh orang,” tulis akun Santoso Sampurna.

“Adegan pengambilan karung yg bagus kawan, sekarang tinggal adegan pengambilan nyawa yg belum,” tulis akun Uyik Noora.

“Semoga hukuman mati bisa dilaksanakan, dan pemerintah harus memiskinkan keluarganya,” tulis akun Herlandho Coy.

“Ayo mana janjimu untuk hukum mati koruptor dana bansos covid 19,” tulis akun Pamungkas Tikno Tikno.

Netizen +62 juga mengaku sangat kecewa, pasalnya tersangka melakukan tindak korupsi di tengah situasi sulit masyarakat yang terdampak pandemi. Mereka berharap, para tersangka dihukum dengan berat, mengingat pandemi masih belum berakhir serta masih banyak masyarakat yang menderita akibat wabah hingga detik ini.

“Karena covid ada jutaan rakyat menderita, dan ada sebagian orang yang berpesta,” tulis @mochruli.

“Korupsi salah satu budaya kita, ayo rame rame diajukan ke UNESCO supaya menjadi warisan kebudayaan, jangan sampai di klaim negara lain,” tulis akun Widodo Kartodihardjo.

“This country was designed to break our heart, it’s damn hard to keep optimistic,” tulis @filestarii.

“korupsi bansos opo gak ndredeg nemen ta pak?,” tulis @ikhsanprs.

“minggu pagi yang anomali, menguliti mensos korup nan biadab,” tulis akun @dhafintyanoorca.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: