Mulai bulan April, Pemerintah pangkas diskon tarif listrik sebesar 50 persen

[Gambar: Ilustrasi token meteran listrik]

Jakarta | AbangPutih.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas diskon dan stimulus tarif ketenagalistrikan bagi pelanggan rumah tangga, bisnis kecil, dan industri kecil sebesar 50 persen pada pembelian token bulan April hingga Juni 2021.

“Pengurangan stimulus ini untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi, karena kami melihat perekonomian sudah mulai tumbuh,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip melalui Kantor berita Antara.

Rida menjelaskan pada kuartal I 2021 pemerintah telah memberikan diskon stimulus sebanyak 100 persen. Setelah merujuk data konsumsi listrik nasional yang mulai tumbuh seiring perbaikan ekonomi, maka pemerintah memangkas diskon itu sebesar 50 persen.

Pelanggan golongan rumah tangga, bisnis kecil, dan industri kecil daya 450 Volt Ampere (VA) baik reguler maupun prabayar yang semula mendapat diskon 100 persen, kemudian dipangkas hanya sebesar 50 persen.

Sedangkan bagi pelanggan golongan rumah tangga bersubdisi berdaya 900 VA yang semula mendapat diskon 50 persen, kini diskon dikurangi sebesar 25 persen.

Dalam pemberian diskon tarif tenaga listrik ini, PT PLN (Persero) wajib memperhatikan besaran konsumsi energi listrik pelanggan dengan mempertimbangkan batasan maksimal jam nyala per bulan.

Pemerintah memberikan kompensasi sesuai aturan perundang-undangan terkait selisih pendapatan PLN akibat pelaksanaan diskon stimulus tersebut.

“Kami sudah menyampaikan ini kepada PLN untuk ditindaklanjuti,” kata Rida Mulyana.

Pemangkasan diskon ini menghemat biaya subsidi dan stimulus ketenagalistrikan yang diberikan pemerintah, sehingga anggaran itu bisa dialihkan untuk program vaksinasi COVID-19 yang saat ini gencar dilakukan pemerintah.

Pada kuartal I 2021 anggaran pemerintah untuk diskon tarif ketenagalistrikan bagi 32,49 juta pelanggan penerima manfaat diproyeksikan memerlukan biaya Rp3,79 triliun.

Adapun pada kuartal II, pelanggan listrik penerima manfaat bertambah menjadi 32,75 juta, karena kebijakan pemangkasan diskon stimulus sebesar 50 persen tersebut maka anggaran turun menjadi Rp1,88 triliun.

Diketahui diskon stimulus ketenagalistrikan ini merupakan hasil dari rapat terbatas tiga menteri yakni Menteri ESDM, Menteri Keuangan, dan Menteri BUMN yang dilakukan pada 2 Maret lalu.

“Skema pengurangan 50 persen ini sebagai tindak lanjut hasil rapat terbatas tiga menteri pada 2 Maret,” kata Rida Mulyana.

Masyarakat Diminta Bersiap Penyesuaian Tarif Listrik

Disamping itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga masih memperpanjang stimulus tarif tenaga listrik hingga Juni 2021 untuk meringankan beban masyarakat serta industri dan komersial kecil dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19.

“Perpanjangan program stimulus tarif ketenagalistrikan ini sebagai bentuk kehadiran negara agar dampak pandemi COVID-19 ini tidak membuat masyarakat makin menderita,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulayana dalam konferensi pers di Jakarta.

Merujuk data Kementerian ESDM sejak April 2020 hingga Januari 2021, pemberian stimulus listrik telah dinikmati sekitar 33,04 juta pelanggan dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp14,24 triliun.

Stimulus tarif listrik ini bersifat sementara selama kondisi pandemi COVID-19 belum sepenuhnya membaik. Pada kuartal II 2021 stimulus yang pemerintah berikan hanya sebesar 50 persen dari jumlah stimulus yang sebelumnya diterima masyarakat.

“Dengan membaiknya perekonomian nasional, maka pemberian diskon tarif untuk golongan rumah tangga, industri kecil, dan bisnis kecil berdaya 450 Volt Ampere (VA), itu akan diberikan sebesar 50 persen, tidak lagi 100 persen,” kata Rida Mulyana.

Kebijakan perpanjangan stimulus tarif listrik ini berdasarkan hasil rapat koordinasi tiga menteri, yakni Menteri ESDM, Menteri Keuangan, dan Menteri BUMN yang dilakukan pada 2 Maret 2021.

Kebutuhan anggaran stimulus subsektor ketenagalistrikan terhitung sejak April hingga Juni 2021 diperkirakan mencapai Rp6,94 triliun dengan jumlah pelanggan penerima manfaat sebanyak 33,98 juta pelanggan.

Pemerintah sudah melayangkan surat kepada PT PLN (Persero) untuk melaksanakan perpanjangan pemberian stimulus sektor ketenagalistrikan tersebut.

“Pemberlakukan kebijakan baru ini akan dimulai per 1 April 2021. Saya harap masyarakat bersiap dengan adanya penyesuaian tarif listrik,” pungkas Rida Mulayana selaku Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: