A.H. Thony usulkan kawasan makam nasional W.R. Soepratman menjadi destinasi wisata kepahlawanan

[Kondisi tumpukan sampah di TPS Tambak Rejo samping makam Pahlawan Nasional W.R. Soepratman di jalan raya Rangkah Surabaya]

Surabaya | AbangPutih.com – Surabaya | AbangPutih.com – Kilas balik sebelumnya melalui artikel Surabaya Kota Terbaik Dunia Kategori “Global Green City” (Silahkan -> Klik untuk baca) yang dikutip melalui laman humas.surabaya.go.id mengatakan bahwa Kota Surabaya telah mendapatkan pengakuan dunia sebagai kota hijau. Pengakuan dunia itu berwujud penghargaan Sustainable City and Human Settlements Award (SCAHSA) untuk kategori Global Green City dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diterima Wali Kota Surabaya, kala itu masih dijabat oleh Tri Rismaharini ketika di New York, (31/10/2017) lalu.

Menurut Kabag Humas Pemkot Surabaya, yang kala itu juga masih dijabat oleh Muhammad Fikser menyampaikan, penghargaan tersebut diberikan karena Wali Kota Tri Rismaharini dianggap telah mengubah wajah Surabaya menjadi kota yang jauh lebih bersih dan hijau. Selain itu, PBB menilai kegiatan yang telah digagas Pemerintah Kota Surabaya dalam urusan lingkungan, sangat baik. “Kegiatan yang mendapat apresiasi PBB mulai dari penataan permukiman kumuh, menghijaukan taman dan menggerakkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan,” terang Fikser.

Lewat penghargaan itu, Kota Surabaya juga didaulat menjadi salah satu dari sederet kota bersih yang ada di dunia. Surabaya terpilih sebagai tiga kota terbaik dunia kategori global green city bersama Kota Maanheim (Jerman) dan Zhejiang Province (Tiongkok). “Kerja keras yang dilakukan pemkot bersama dengan masyarakat dan semua pihak dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan hijau, mendapatkan pengakuan dari dunia. Penghargaan ini untuk masyarakat Surabaya,” sambung Muhammad Fikser.

Jum’at (16/04/2021), Kini di sudut lain di Kota Surabaya masih ada pemandangan yang kurang sedap di mata untuk dipandang sebagai tempat bersejarah, yang merupakan makam Pahlawan Nasional sang pemersatu bangsa melalui lagu Indonesia Raya.

Pasalnya gerobak pemuat sampah yang sering terlihat sampah menumpuk di TPS Tambak Rejo hingga hampir memakan bahu jalan mengundang kemacetan masih saja sering terlihat menunggu untuk di angkut oleh armada truck dari DKRTH (Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau) Kota Surabaya. Namun untuk kepastian pemuatan berapa kali sehari juga masih dipertanyakan agar sampah tidak terlalu sering menumpuk di samping tempat sejarah.

Sangat disayangkan juga ketika awak media hendak mengklarifikasikan terkait seringnya terlihat sampah menumpuk di TPS Tambak Rejo ke DKRTH (Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau) Kota Surabaya yang beralamat di Jl. Raya Menur No.31A, Manyar Sabrangan, Kec. Mulyorejo di kedua kalinya ini masih saja tetap mengalami kendala.

Hal ini dikarenakan Anna Fajriatin selaku Plt Kadis DKRTH tidak dapat ditemui karena konon katanya sedang rapat, begitu pun Arif Sugiarto selaku Kabid Sarana & Prasarana DKRTH juga tidak dapat ditemui karena dinas luar. Disamping itu Rokhim selaku Kasi Pengangkutan DKRTH dan Staff DKRTH juga enggan memberikan tanggapan terkait seringnya sampah menumpuk di gerobak TPS Tambak Rejo samping Makam Pahlawan Nasional.

Mendengar adanya keluhan dari beberapa warga setempat terkait seringnya terlihat adanya tumpukan sampah di samping Makam Pahlawan Nasional, A.H. Thony selaku Wakil Ketua DPRD Surabaya merespon dan memberikan tanggapan kepada awakmedia, “Seharusnya ada rencana revitalisasi terkait kawasan Makam Pahlawan Nasional W.R. Soepratman dan saya sarankan bisa juga menjadi destinasi wisata kepahlawanan seperti di Blitar”, ujarnya.

Lanjutnya, “Dengan adanya destinasi wisata kepahlawanan, maka harapan kami akan tetap terjaga seperti di Blitar dengan adanya kegiatan seni budaya yang berhubungan dengan lembaga pendidikan akademisi sejarah dan hal lainnya yang juga berhubungan untuk mengangkat sisi kepahlawannya”, kata A.H. Thony.

Mengapa hal ini harus dilakukan, menurut A.H. Thony karena yang dimakamkan itu adalah Pahlawan Nasional yang juga merupakan salah satu sosok pemersatu bangsa dan Pahlawan W.R. Soepratman sang pencipta lagu Indonesia Raya itu adalah milik bangsa Indonesia. Dan sudah menjadi adat serta budaya orang timur untuk selalu tetap menghormati jasa-jasa para Pahlawan yang telah turut berjuang untuk memerdekakan bangsa ini.

Menanggapi seringnya ada keluhan terkait kondisi pemandangan tumpukan sampah di samping makam Pahlawan Nasional, A.H. Thony berharap kepada Pemkot Surabaya untuk waktunya memikirkan revitalisasi yang ada di kawasan tersebut. Namun untuk merealisasikan hal itu, seyogyanya di kawasan makam Pahlawan Nasional W.R. Soepratman tidak ada lagi tumpukan sampah yang terkesan jauh dari citra Kota Surabaya sebagai kota Pahlawan yang telah mendapatkan pengakuan dunia sebagai kota yang bersih dan hijau.

Ketika awakmedia menanyakan revitalisasi tersebut apakah bisa terjadi, A.H. Thony optimis menjawab bisa saja terjadi. “Kalau kita biarkan saja hal itu kerap terjadi maka kita ini seolah-olah abai terhadap Pahlawan Nasional yang telah berjasa besar untuk turut berjuang memerdekakan bangsa ini, dan sekali lagi saya tegaskan sudah menjadi budaya orang timur untuk selalu tetap menghormati serta menghargai jasa Pahlawan, tidak sepatutnya juga disejajarkan dengan tumpukan sampah yang ada disampingnya selalu terlihat sering menumpuk di TPS Tambak Rejo”, ungkapnya.

Disamping itu, A.H. Thony berharap kepada Pemerintah Kota Surabaya terutama jajaran didalamnya yang secara khusus menangani hal itu yaitu DKRTH bisa melakukan evaluasi, “Terutama juga persoalan masalah sampah, kami juga tidak menampik bahwa kawasan tersebut juga dekat dengan pasar perkulakan, sekolahan, rumah sakit, perkantoran dan di kawasan tersebut juga dekat dengan kawasan industri lainnnya yang tidak menutup kemungkinan kapasitas sampahnya pasti akan semakin besar dari waktu ke waktu”, tutur A.H. Thony.

Sambungnya, “Lalu bagaimana menempatkan posisi tersebut agar tercapai sebuah solusi yang dapat teratasi sementara waktu agar masalah sampah jangan ada lagi yang menumpuk di kawasan itu?, Saya minta pihak DKRTH untuk segera menambahkan armada pengangkutan lagi agar lebih cepat dan tidak ada lagi sampah yang menumpuk di kawasan tersebut, apalagi ini di Bulan Ramadhan”, tegas A.H. Thony.

Sabtu dini hari (17/04/2021), Melalui pesan singkat via WhatsApp Messenger, A.H. Thony juga telah menginfokan kepada awakmedia bahwa ada respon dari pihak DKRTH secara langsung melalui Anna Fajriatin selaku Kepala Dinas DKRTH Surabaya, bahwa tumpukan sampah tersebut segera akan diatasi secepatnya agar tidak kembali terjadi lagi dikemudian hari dengan menambahkan armada percepatan dalam pengangkutan sampah di TPS Tambak Rejo yang ada di jalan raya Rangkah Surabaya.

“Alhamdulillah Bu Anna tadi sudah merespon dengan sangat baik serta kami juga sangat bersyukur keluhan dari masyarakat ini masih diperhatikan, dan saya pribadi juga sangat apresiasi bahwasanya pihak dari Pemerintah Kota Surabaya ini terutama dari DKRTH masih selalu tanggap dengan adanya laporan dari masyarakat, dan ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kota Surabaya terhadap segala hal yang terjadi di Kota Surabaya”, pungkas A.H. Thony. (Zal).

error: Content is protected !!