Luhut klaim ekonomi pulih cepat, Menko Airlangga: Realisasi PEN capai 45,8 persen

[LIVE: Konferensi Pers PPKM, Jakarta, 30 Agustus 2021]

Jakarta | AbangPutih.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim penurunan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia yang lebih dari 90 persen membuat ekonomi pulih cepat.

“Seiring dengan turunnya kasus dan banyak kabupaten kota yang membaik, kami melihat pemulihan ekonomi juga berjalan dengan cepat, lebih cepat dari apa yang kami duga,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin malam (30/08).

Luhut menjelaskan pemulihan ekonomi yang cepat itu tercermin dari survei Mandiri Institut yang menunjukkan peningkatan indeks belanja dan kunjungan masyarakat ke pusat-pusat perbelanjaan di Pulau Jawa hingga Bali.

Selain itu, pemulihan ekonomi juga terlihat dari mobilitas masyarakat untuk ritel dan rekreasi yang meningkat pesat.

“Berbagai perkembangan baik yang telah kita capai harus kita syukuri bersama,” ujar Luhut melalui Antara.

Pemerintah mengingatkan agar masyarakat tetap waspada karena banyak negara di dunia masih menghadapi peningkatan kasus yang tinggi.

Apabila masyarakat melonggarkan protokol kesehatan dan tidak berhati-hati, maka Indonesia bisa dihadapkan dengan peningkatan kasus kembali.

Berdasarkan indeks komposit mobilitas terpantau ada peningkatan pergerakan masyarakat secara cepat seiring penurunan kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

“Penurunan indeks komposit Jawa-Bali saat ini sudah kurang dari minus 5 persen dibandingkan baseline. Oleh karena itu, berbagai penyesuaian terhadap aturan PPKM tetap dilakukan secara gradual,” pungkas Luhut.

Menko Airlangga: Realisasi PEN capai 45,8 persen

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menyampaikan realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional mencapai 45,8 persen.

“Realisasi PEN ini mencapai 45,8 persen atau Rp340,84 triliun,” kata Menko Airlangga dalam konferensi pers Evaluasi dan Penerapan PPKM secara daring, Senin (30/08) melalui Antara.

Menko Airlangga merinci, realisasi PEN di sektor kesehatan telah mencapai 34 persen atau Rp80,48 triliun, kemudian realisasi sektor Perlindungan Sosial mencapai 55 persen atau Rp102,69 triliun, realisasi sektor UMKM mencapai Rp48 triliun atau 29 persen, program prioritas teralisasi 44 persn atau Rp52,3 triliun, kemudian program insentif usaha teralisasi Rp56,7 triliun atau 50,3 persen.

Selain itu, hingga 30 Agustus, pemerintah telah menyalurkan seluruh bantuan beras Bulog sebanyak 10 kilogram per keluarga kepada seluruh target penerima yakni 28,8 juta keluarga.

“Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) non-Program Keluarga Harapan juga sudah tersalurkan 100 persen kepada 8,8 juta orang,’ ujar Airlangga.

Begitu juga dengan bantuan subsidi upah pekerja sebanyak Rp1 juta yang proses pendataan di DIPA Kementerian Tenaga Kerja telah selesai dan telah dicairkan kepada 2,09 juta pekerja. Selain juga pembukaan Kartu Prakerja Batch 18 pada 26-29 Agustus.

“Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) realisasinya Rp14,2 triliun terhadap 11,84 juta pelaku usaha mikro dan ini sekitar 92,52 persen,” pungkasnya.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: