Surabaya | AbangPutih.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 1,59 triliun demi mewujudkan 6 proyek prioritas. Pinjaman tersebut diajukan pada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 1,145 triliun dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Rp 417 miliar.Rencana utang ini sedang dibahas intensif pemkot bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya. Bahkan dilakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), hingga Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).“Konsultasi ini sebagai tindak lanjut dari tahun 2025 yang mana Banggar dan TAPD Pemkot Surabaya sudah pernah berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan kemarin ke Kementerian Bappenas,” kata Bachtiyar Rifa’i S.H., Wakil Ketua DPRD Surabaya, Senin (22/09/2025) kemarin.Dijelaskan lebih lanjut, konsultasi di tiga kementerian karena kalau Pemda atau Pemkot akan melakukan pinjaman daerah itu harus melalui persetujuan tiga kementerian tersebut.“Karena itu, kita yang belum kan ke Bappenas dan kemarin kita lakukan,” ujarnya.Enam proyek prioritas di tahun 2026 dengan dana total Rp 1.592.915.650.053, tersebut diantaranya adalah:* Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) Rp 125.000.000.000* Pelebaran Jalan Wiyung Rp 523.845.125.201* Underpass/Fly Over Dolog Rp 50.000.000.000* Diversi Gunungsari Rp 100.000.000.000* Pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) Rp 125.000.000.000* 6 Penanganan Genangan Rp 669.070.524.852Pinjaman daerah tersebut ditargetkan rampung sebelum masa jabatan kepala daerah berakhir pada 2029. Tahap pencairan awal melalui Bank Jatim masih menunggu persetujuan Gubernur dan diharapkan cair pada akhir September 2025.Sebelumnya, pada Jumat (15/08/2025), Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pemkot dan DPRD Surabaya memilih skema pembiayaan alternatif untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur. Yakni, dengan mengajukan pinjaman ke Bank Jatim.Ia menjelaskan, perhitungan melalui skema pembiayaan alternatif dilakukan dengan mempertimbangkan biaya saat ini dibandingkan jika proyek dikerjakan tiga tahun mendatang.“Ternyata kalau dikerjakan 3 tahun ke depan, bunganya lebih besar. Maka kalau kita tidak mengerjakan infrastruktur (hari) ini, tidak ada perubahan di Kota Surabaya,” ujarnya.Menurutnya, pembangunan infrastruktur sangat penting untuk menggerakkan perekonomian Kota Surabaya.“Tidak bisa bergerak ekonominya secara dahsyat tanpa dibantu dan tanpa didukung oleh infrastruktur yang memadai,” pungkasnya. Dilihat: 253 Navigasi pos Terancam Disegel, Mi Gacoan Kembali Mangkir Ketiga Kalinya Panggilan Rapat di DPRD Surabaya Tidak Hanya Kos-kosan, DPRD Surabaya Himbau Pemkot Razia Apartemen