Berpotensi Besar Sebagai Ruang Publik dan Wahana Edukasi
Surabaya | AbangPutih.com – Sungai Kalimas yang membelah Kota Surabaya memiliki potensi besar sebagai ruang publik dan wahana edukasi. Salah satu cara menarik untuk mengenalkan potensi ini adalah melalui kegiatan Stand Up Paddle (SUP) atau jelajah kota dengan papan dayung.
Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bisa membuka mata masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam bidang pendidikan, Ali Yusa, S.T., M.T., selaku Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa, SUP di Sungai Kalimas dapat menjadi media belajar langsung tentang lingkungan. Anak-anak dan pelajar bisa melihat ekosistem sungai, memahami masalah sampah, serta belajar bagaimana menjaga kebersihan air. Dengan cara yang menyenangkan, pendidikan lingkungan menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.
“Dari sisi ekonomi, kegiatan SUP bisa menjadi daya tarik wisata baru di Surabaya. Wisatawan lokal maupun mancanegara akan tertarik mencoba pengalaman mendayung di tengah kota. Hal ini dapat membuka peluang usaha bagi penyewaan peralatan, pemandu wisata, kuliner khas daerah, hingga produk UMKM lokal yang bisa dipasarkan di sekitar area sungai,” katanya, Senin (08/09/2025).
Secara sosial budaya, menurut Ali Yusa, jelajah kota dengan SUP bisa memperkuat identitas masyarakat yang hidup berdampingan dengan sungai. Sungai yang dulunya hanya dilihat sebagai jalur air, kini bisa menjadi ruang interaksi warga. Kegiatan bersama di sungai akan menumbuhkan rasa kebersamaan, sekaligus melestarikan budaya sungai sebagai bagian dari sejarah kota Surabaya.

“Selain itu, SUP juga bisa menjadi sarana kampanye kreatif tentang pentingnya menjaga sungai dan laut. Dengan aktivitas yang menarik perhatian, pesan tentang bahaya sampah plastik atau pencemaran dapat lebih mudah sampai ke masyarakat. Kegiatan ini bisa dikaitkan dengan gerakan lingkungan yang lebih luas, sehingga kesadaran publik semakin meningkat,” ungkapnya.
Kelestarian sungai dan laut juga akan terbantu melalui kegiatan ini. Dengan adanya perhatian lebih pada Sungai Kalimas, pemerintah dan masyarakat terdorong untuk lebih serius menjaga kebersihan dan ekosistemnya. Sungai yang terjaga akan mengurangi aliran sampah ke laut, sehingga laut pun ikut terlindungi.
“Pada akhirnya, SUP di Sungai Kalimas bukan hanya olahraga rekreasi, tetapi sebuah gerakan bersama yang menyatukan aspek pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Melalui papan dayung sederhana, masyarakat diajak menjelajahi kotanya dengan cara baru, sekaligus menumbuhkan cinta dan kepedulian terhadap sungai dan laut yang menjadi sumber kehidupan,” jelasnya.
Sementara itu, Hj. Lilik Hendarwati selaku Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur juga mengatakan sebagai wakil rakyat, dirinya memandang anak-anak muda ini perlu mendapatkan apresiasi dan dukungan nyata.
Bentuk dukungan itu bisa berupa:
✅ Fasilitas yang aman dan representatif, agar mereka bisa berlatih dan berkembang dengan baik.
✅ Dukungan dari Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi dalam menjadikan paddle sebagai olahraga sekaligus potensi wisata.
✅ Peran lembaga keuangan daerah seperti Bank Jatim untuk ikut membina dan mendampingi, sehingga komunitas ini dapat tumbuh berkelanjutan.
“Manfaatnya jelas, ketika anak-anak muda diberikan kesempatan mengisi waktunya dengan kegiatan positif, maka lahirlah generasi yang sehat, percaya diri, kreatif, serta mampu memberi nilai tambah bagi masyarakat dan daerah. Paddle bisa menjadi ruang ekspresi, olahraga prestasi, sekaligus destinasi wisata baru yang membanggakan,” terangnya.

Hj. Lilik Hendarwati pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan, agar Surabaya dan Jawa Timur semakin dikenal sebagai daerah yang ramah generasi muda, inovatif, dan penuh peluang.
“Mari bersama-sama kita dukung semangat anak-anak muda ini, agar Surabaya dan Jawa Timur semakin dikenal sebagai daerah yang ramah generasi muda, inovatif, dan penuh peluang,” pungkasnya.

