Surabaya | AbangPutih.com – Meningkatnya kasus campak di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir semakin menjadi perbincangan dan menuai perhatian masyarakat.
Hal ini berkaca pada salah satu KLB (Kejadian Luar Bisa) penyakit campak yang mulai muncul dan terjadi pada akhir-akhir ini di wilayah Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.
Sehingga mendapatkan atensi serius dari H. Johari Mustawan, S.TP., M.ARS., selaku Anggota Komisi D DPRD Surabaya untuk meminta pemerintah Kota Surabaya agar segera mengintensifkan imunisasi.
“Saat ini terjadi KLB campak di Sumenep, karena tingginya mobilitas warga Surabaya-Sumenep, maka perlunya antisipasi agar tidak terjadi resiko peningkatan kejadian campak di Surabaya,” ujar Johari, Jum’at (19/09/2025).
Legislator PKS Surabaya atau yang biasa akrab disapa Bang Jo ini ini juga meminta pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan imunisasi lengkap kepada anak-anak di Kota Surabaya sebagai langkah upaya pencegahan terjadinya peningkatan kejadian campak di Kota Surabaya.
“Dinas Kesehatan beserta seluruh stakeholder bidang kesehatan segera melakukan imunisasi campak lengkap kepada seluruh anak-anak di Kota Surabaya untuk mengantisipasi hal ini,” jelas Bang Jo.
Bang Jo juga mendorong pemerintah Kota Surabaya segera melakukan upaya tindakan pencegahan, agar KLB campak yang terjadi di Sumenep tidak merembet hingga ke Surabaya.
“Bahkan kalau diperlukan, Dinas Kesehatan bisa menjemput bola untuk memastikan semua anak-anak di Kota Surabaya telah terimunisasi dengan lengkap,” tegas Bang Jo.
Sebagai informasi, campak merupakan penyakit infeksi virus yang cepat menular dan pencegahannya bisa dilakukan melalui imunisasi.
Menurut WHO (World Health Organization), imunisasi campak dilakukan minimal 2 kali, bisa dilakukan di usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD.
Anak-anak yang belum pernah terimunisasi atau belum lengkap imunisasi campak, berpotensi tinggi untuk tertular campak terutama saat terjadi KLB.
Terakhir, selain imunisasi, Bang Jo juga mendorong Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi penyakit campak.
“Bersama dengan KSH, puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Surabaya, Dinas Kesehatan lakukan sosialisasi penyakit campak. Mulai dari ciri-ciri terkena campak hingga upaya-upaya untuk mencegah campak ke masyarakat,” terang Bang Jo.
[H. Johari Mustawan, S.TP., M.ARS., Anggota DPRD Surabaya] 