Rab. Jan 21st, 2026
[Komisi D DPRD Surabaya ketika menggelar rapat evaluasi triwulan bersama OPD terkait]

Surabaya | AbangPutih.com – Komisi D DPRD Surabaya menggelar rapat evaluasi triwulan III dan persiapan triwulan IV dengan mengundang OPD terkait, termasuk Kepala Bappeda Penelitian dan Pengembangan, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan (satuan empat), dan Kepala Dinas Pendidikan, Rabu (13/11/2024) siang.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Akmarawita Kadir menyampaikan, bahwa dalam rapat ini mengundang untuk membahas evaluasi triwulan III terkait serapan anggaran dari anggaran pendidikan.

Rapat bersama Dinas Pendidikan tadi, Komisi D DPRD Surabaya menyinggung juga terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan di kota Surabaya karena ini salah satu hal yang penting untuk dilaksanakan.

“Intinya makan bergizi gratis terus berproses dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, karena anggarannya masuk di Dinas Pendidikan,” katanya.

Akmarawita Kadir mengatakan, yang diketahui bahwa dinas pendidikan sudah menyiapkan data, kemudian menyiapkan skema koordinasi dan memilah permasalahan.

“Apabila nanti program makan bergizi gratis dilaksanakan di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Pihaknya juga mendengar untuk informasi nilai per kotak makanan bergizi gratis adalah Rp15.000.

“Kalau engga salah harganya 15.000 per kotak,” ucapnya.

Lanjut dia menjelaskan, Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk gizinya. Jadi gizinya harus standart dan kita juga memberi masukkan untuk memberdayakan UMKM kota Surabaya dengan standart yang sudah ada.

“Jangan sampai nanti beda dengan UMKM beda gizinya juga. Ini yang akan kita kontrol dan saya nanti juga memberi masukkan ketika rapat ini terus berlangsung, dan ketika sudah tahap finalisasi akan kita undang kembali untuk membahas secara teknis terkait Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendengar informasi dari Bapemdalitbang berkaitan dengan anggaran yang masih desas-desus.

“Anggaran ini bukan dari keseluruhan APBD Kota Surabaya, tetapi 10 persen dari PAD,” terangnya.

Pihaknya juga menanyakan PAD mana yang akan diambil untuk penganggaran, dan itu menurutnya juga masih belum jelas.

“Yang jelas APBD kabupaten/kota itu disumbang 10 persen dari PAD–nya dan itu akan kita telusuri terus,” tegasnya.

Sementara itu Yusuf Masruh, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya mengatakan, untuk makan bergizi gratis Surabaya sudah siap karena menurutnya sudah punya sistem dan model.

“Sistem dan model sudah kami sampaikan, juga harapan kami ke komisi D sudah kami laporkan,” katanya.

Ia menjelaskan, di sekolah nanti anaknya juga dapat edukasi terkait gizi dan bukan hanya orangtuanya saja.

“Misalnya siapa yang bertanggung jawab mengingatkan doa, bertanggung jawab masalah kebersihan,” tuturnya.

Terkait masalah anggaran pihaknya, juga akan mengusulkan meskipun ketentuannya dari pemerintah pusat.

“Kita menunggu dan kita sudah menyiapkan sistem, pola, dan model,” bebernya.

Yusuf Masruh pun menyebutkan, penerima makan bergizi gratis untuk SD, MI dan SMP jumlahnya mencapai ribuan.

“Untuk penerima SD, MI itu 250 ribu dan untuk SMP 111 ribu,” tandasnya.

error: Content is protected !!