Kam. Apr 23rd, 2026
[H. Agus Mashuri, Anggota Komisi D DPRD Surabaya saat menggelar reses di Balai RT 3 RW 12 Babat Jerawat, Pakal, di perumahan Pondok Benowo Indah (PBI)]

Surabaya | AbangPutih.com – Dalam penjaringan aspirasi masyarakat pada Reses Tahun Sidang ke-1 Masa Persidangan ke-3 Tahun Anggaran 2025, H. Agus Mashuri, Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Partai Persatuan Pembangunan menggelar rangkaian kegiatan reses, yang dimulai dari desa Sememi Kecamatan Benowo, dilanjutkan ke Kelurahan Pakal kecamatan Pakal, dan Dusun Raci Benowo, Kecamatan Pakal, Kelurahan Babat Jerawat kecamatan Pakal, dan beberapa tempat lainnya.

Agus Mashuri mengatakan, reses saat ini lebih banyak aspirasi warga mengenai kebutuhan sekolah, utamanya saat masuk ke jenjang sekolah lanjutan SMP, SMA.

“Warga masih mengeluhkan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru, karena lokasi tempat tinggalnya terlalu jauh dari sekolah. Kemungkinan diterima di sekolah negeri sangat kecil,” ujar Agus pada Senin (19/05/2025).

Pada hari ini Agus Mashuri menjaring aspirasi warga dipusatkan di Balai RT 3 RW 12 Babat Jerawat, Pakal, di perumahan Pondok Benowo Indah (PBI). Reses yang bersifat terbuka ini dihadiri para ketua RT dan RW di sekitar PBI, Kader Surabaya Sehat (KSH), dan perwakilan warga RW 12.

Arifin, salah satu warga menyampaikan aspirasinya ketika menyebut sebagai rakyat jelata, menanyakan mengenai fasum berupa lapangan olahraga yang belum ada proses pembangunan dari Pemkot.

“Lapangan tempat kita ini sudah beberapa kali diukur, tapi gak pernah ada kelanjutan. Padahal lapangan di RW lain sudah dibangun dengan baik, kami berharap realisasi pembangunan fasum ini,” kata Arifin.

Sedangkan Suwarno salah seorang warga PBI yang telah puluhan tahun menetap di PBI mengeluhkan adanya genangan air di sekitaran masjid At Tauhid, yang tidak bisa surut hingga berhari-hari setelah hujan turun.

“Ketika hujan jalan menuju kami pulang selalu air menggenang cukup tinggi, dan ini terjadi bertahun-tahun. Padahal ini jalur utama PBI, selain itu drainase yang ada masih belum berfungsi karena masih buntu,” jelas Suwarno.

Disamping itu, permohonan Ainul seorang kader Surabaya Hebat juga meminta diberikan pelatihan kerja kepada para ibu-ibu. Agar dapat menjadikan sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Hal ini semakin menjadi catatan khusus bagi Agus Mashuri.

Agus Mashuri pun menanggapi aspirasi masyarakat ini dan memberikan perhatian penuh terhadap permasalahan yang ada, dan akan dijadikan bahan masukan saat sidang di dewan.

“Semua akan saya bawa ke sidang Dewan, mengenai sebab dan kendala akan dipelajari. Terutama mengenai genangan air yang menjadi program Pemkot dalam mengendalikan banjir,” ungkap Agus Mashuri.

Sementara itu, mengenai keluhan seorang warga yang saat pulang kerja di malam hari harus melewati jalanan di Romokalisari yang kondisinya gelap, juga sering terjadi banjir yang memicu adanya tindak kriminal dan menimbulkan rasa takut akan disampaikan pada dinas dinas terkait. Agar dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Ini semua nanti akan saya sampaikan pada dinas terkait, dan seharusnya ini tidak boleh terjadi. Karena pemerintah wajib memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warganya,” pungkas H. Agus Mashuri.

error: Content is protected !!