Kam. Jan 22nd, 2026
[Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, S.H., S.M., dan Azhar Kahfi, S.H., dari Fraksi Gerindra ketika mengunjungi warga yang terdampak musibah kebakaran di Krembangan Selatan]

Surabaya | AbangPutih.com – DPRD Surabaya prihatin dengan kejadian musibah kebakaran yang menimpa warga Krembangan Selatan, Minggu (03/11/2024) kemarin. Untuk itu, Ketua Komisi A Yona Bagus Widyatmoko mewakili jajaran DPRD Surabaya hadir menengok secara langsung bagaimana warga yang menjadi korban kebakaran dan mengucapkan terima kasih atas sikap tanggap darurat dari warga. Serta juga dari mitra-mitra kerja DPRD Surabaya yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surabaya.

“Ke depan akan kami sampaikan kepada pihak-pihak terkait, bahwa untuk daerah-daerah yang aksesnya sulit dijangkau oleh Damkar kami menghendaki ada titik hidran dan ini bukan satu hal yang sangat sulit untuk bisa direalisasikan,” katanya, Senin (04/11/2024) sore.

“Gang-gang kecil ini sangat sulit dijangkau Damkar, karena itu mungkin bisa muncul titik hidran disitu. Dengan mengambil sumber air misalnya dari sumur tanah atau mungkin dari tandon. Sehingga ada antisipasi dini atau upaya dini sebagai penanganan pertama ketika terjadi kondisi kebakaran,” imbuhnya.

Lanjut Yona sapaan akrab Ketua Komisi A ini mengatakan, yang ke dua adanya APAR (Alat Pemadam Kebakaran Api Ringan) di setiap pos RT dan bukan hanya di pos RW, karena APAR ini bukan hanya sekedar aksesoris melengkapi pos tapi bagaimana warga itu diberikan edukasi cara menggunakan APAR yang baik dan benar. Sehingga kami yakin kalau edukasi ini diberikan secara berkesinambungan, maka kalau ada bahaya kebakaran dan warga atau siapapun bisa dengan mudah menggunakan APAR ini.

“Kita lihat saat ini banyak sekali warga yang tidak paham bagaimana cara menggunakan APAR. Jangankan menggunakan APAR pun banyak yang expired, lalu warga juga tidak paham cara menggunakannya. Oleh karena itu kami nanti akan koordinasi bersama pihak BPBD maupun Damkar secara berkesinambungan, untuk memberikan sebuah pelatihan kepada warga melalui kelompok-kelompok masyarakat,” ungkapnya.

Yona pun menjelaskan rekan-rekan Komisi A tidak semuanya bisa hadir, tetapi rekan-rekan Komisi A sangat sigap untuk bersama-sama ikut merasakan penderitaan ini.

“Kami ikut merasakan musibah ini dan teman-teman di Komisi A bersama-sama memberikan bantuan yang nilainya 1.500,000 untuk setiap rumah yang terbakar. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban dari korban yang terdampak kebakaran kemarin,” jelasnya.

Sebelumnya, Azhar Kahfi selaku Anggota Komisi A juga mengatakan, pada hari ini dirinya mendampingi Ketua Komisi A untuk berkunjung ke korban kebakaran di Krembangan Selatan dan ada 7 rumah hangus terbakar serta 2 rumah terdampak. Dirinya mengatakan bahwa kunjungannya adalah dalam rangka keprihatinan, untuk memberikan santunan kepada para korban yang terdampak agar segera bisa beraktivitas.

“Kami berharap kepada warga setempat supaya ke depan lebih berhati-hati lagi, kita tidak mau ada musibah seperti ini lagi. Kabarnya kemarin kebakarannya dari konslet di lantai 2 kemudian menyambar di rumah sebelah-sebelahnya,” ucapnya.

Azhar Kahfi pun mengatakan, akses masuk untuk Damkar susah dan untuk penggunaan APAR tadi sudah dijelaskan oleh pihak RW, bahwa APAR sudah ada dan sudah tersedia namun memang aksesnya terbatas, namun barangkali ke depan perlu penambahan APAR serta perlu pengecekan berkala.

“Berkat bantuan warga kemarin tidak sampai melebar ke yang lain. Semoga ke depan tidak terulang seperti ini dan lebih sigap lagi. Selain sebagai warga, kita juga harus memperhatikan sebagaimana kemungkinan, agar tidak terjadi di kampung lain yang padat dan kecil. Juga bagaimana kesiapan kita di Pemkot Surabaya untuk menindaklanjuti persoalan ini,” jelasnya.

Lanjut Azhar Kahfi mengatakan, tadi ada masukkan dari Ketua Komisi A, bagaimana jika di setiap kampung disiapkan tidak hanya APARnya, melainkan juga akses air titik hidran.

“Melihat tempat penampungan korban dampak kebakaran saya rasa cukup representatif, karena ini tempatnya di balai RW setempat. Bagaimana sikap mengalokasikan khususnya banyak ibu-ibu yang sudah tua, ada ibu yang menyusui, ada anak kecil, dan khususnya untuk yang sekolah. Serta bagaimana sekolah memberikan kemudahan karena seragamnya juga sudah tidak ada lagi,” terangnya.

Disamping itu pada waktu yang sama, Muhammad Kholid selaku Ketua RW 02 Kelurahan Krembangan Selatan Kecamatan Krembangan Kota Surabaya mengatakan, dirinya selaku RW 02 sangat berterimah kasih kepada DPRD Surabaya yang memiliki rasa keprihatinan dan berkenan mengunjungi warga korban yang terdampak.

“Saya akan menindaklanjuti yang sudah disampaikan oleh bapak Dewan terkait anak-anak yang sekolah, dan tadi saya juga sempat didatangi oleh pak Kadis diberikan bantuan seragam sekolah untuk anak-anak yang terdampak. Begitu juga fasilitas dan mengarahkan kepada anak-anak, agar tetap sekolah agar memiliki ilmu untuk bekal mereka,” tandasnya.

error: Content is protected !!