Jum. Apr 24th, 2026
[Anggota Komisi D DPRD Surabaya saat bersama Walikota]

Surabaya | AbangPutih.com – DPRD Surabaya mendorong Pemkot agar masyarakat penderita penyakit TBC tidak malu untuk menjalani pengobatan.

Menurut Ajeng Wirawati, anggota Komisi D DPRD Surabaya mengatakan bahwa jangan sampai ketika pasien pulang ke rumah akhirnya mereka menularkan pada keluarga, karena tidak tahu batas aman atau cara pencegahan.

“Jangan sampai ketika pasien pulang ke rumah, mereka menularkan pada keluarga karena tidak tahu batas aman atau cara pencegahan. Di sinilah peran KSH dan tenaga kesehatan memahami prosedur (SOP) yang tepat,” ujarnya, Kamis (28/08/2025).

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dipuskesmas serta pelatihan berkelanjutan untuk KSH agar mereka bisa bertugas secara proaktif di lapangan, mulai dari memastikan pasien rutin minum obat hingga mendampingi proses penyembuhan di lingkungan rumah.

“Jadi, mereka turun ke lapangan nanti tidak hanya memberi memastikan sudah atau tidaknya minum obat dan sebagainya, tapi memastikan untuk batas amannya. Kemudian bagaimana prokesnya pada saat pulang, saat sudah bertemu pasien TBC harusnya seperti apa dulu, supaya tidak menulari orang yang di rumah yang serumah dengan para Bapak Ibu KSH seperti itu. Itu kan kita harus perhatikan,” ungkapnya.

Ajeng Wirawati menambahkan, langkah awal yang harus berkelanjutan program penyuluhan serentak “Merdeka TBC” yang dilaksanakan hari ini menurutnya menjadi salah satu langkah awal yang positif.

Namun, menurut Komisi D DPRD Surabaya, upaya eliminasi TBC di Kota Surabaya memerlukan pendekatan humanis berkelanjutan dan strategis, dengan melibatkan semua lapisan masyarakat serta instansi terkait secara aktif.

“Kolaborasi lintas sektor, edukasi menyeluruh, serta penguatan fasilitas kesehatan akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Surabaya bebas TBC dalam waktu dekat,” pungkasnya.

error: Content is protected !!