Sidoarjo | Abangputih.com – Gemerlap kemeriahan menyambut Tahun baru Imlek, Kelenteng Tri Dharma “Teng Swie Bio” Krian Sidoarjo mengadakan Perayaan Malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Berbagai persiapan terus dimatangkan di Kelenteng Tri Dharma “Teng Swie Bio” Krian, Senin (16/02/2026).
Sejak memasuki area kelenteng, suasana Imlek sudah begitu terasa. Dekorasi bernuansa merah menghiasi hampir seluruh sudut bangunan. Lampion-lampion merah tampak berderet rapi di sepanjang halaman dan pintu masuk, menciptakan suasana hangat sekaligus sakral bagi umat yang datang untuk beribadah.
Dibagian altar utama, dupa-dupa mulai dibakar oleh umat yang datang berdoa. Asap dupa yang mengepul perlahan memenuhi ruangan, menghadirkan aroma khas yang menenangkan. Dalam tradisi Tionghoa, dupa menjadi simbol penghormatan dan sarana menyampaikan doa kepada Tuhan serta para leluhur.
Setiap batang dupa yang dinyalakan mencerminkan harapan, rasa syukur, dan permohonan agar tahun yang baru membawa keselamatan serta keberuntungan. Tidak hanya itu, sejumlah lilin merah berukuran besar sering disebut lilin raksasa atau lilin jumbo telah dipasang di sisi altar dan di depan pintu masuk kelenteng.
Lilin-lilin itu bukan sekadar dekorasi, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Tionghoa. Cahaya lilin melambangkan harapan agar kehidupan di tahun baru menjadi lebih terang. Api yang terus menyala dimaknai sebagai simbol kelancaran rezeki, kesuksesan usaha, serta perlindungan dari kesulitan dan kegelapan hidup.
Selain itu, lilin-lilin besar tersebut menjadi simbol doa dan harapan. spesifik doa yang dipanjatkan, seperti doa kesehatan, keselamatan, keharmonisan keluarga, hingga kelancaran usaha sepanjang tahun.
Pengurus Kelenteng Hariyanto mengatakan persiapan Imlek selalu membawa suasana yang berbeda setiap tahunnya. Menurutnya Imlek bukan hanya tentang perayaan, tetapi momentum mempererat kebersamaan keluarga.
“lampion-lampion yang terpasang didalamnya ada suatu doa dan harapan untuk satu tahun kedepan agar diberikan keberkahan dalam hidup,” pungkasnya.

