[Tenaga Kesehatan Puskesmas saat edukasi pelajar]

Sidoarjo | Abangputih.com – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Barengkrajan terus mendobrak stigma dan menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Tak sekadar menjadi tempat berobat jalan, PuskesmasBarengkrajan kini bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang mempermudah masyarakat mengakses pencegahan, pengetesan, hingga pengobatan HIV secara komprehensif. Perluasan deteksi dini HIV terintegrasi pula dengan Cek Kesehatan gratis, yang merupakan program prioritas nasional.

Puskesmas Barengkrajan berkomitmen untuk mencapai “Getting to Zero” Yaitu tiga pilar utama:

  1. Zero New HIV Infections: Tidak ada lagi penularan baru HIV.
  2. Zero AIDS-related Deaths: Tidak ada lagi kematian akibat AIDS.
  3. Zero Discrimination: Tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, Puskesmas menjalankan strategi TOP (Temukan, Obati, Pertahankan) untuk menekan angka penularan HIV, melalui kegiatan :

  1. Skrining Dini dan Tes Volunter

Langkah awal dilakukan melalui penjangkauan aktif dan penyediaan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT). Setiap warga yang berisiko, termasuk ibu hamil saat pemeriksaan kehamilan rutin (antenatal care), calon pengantin dilakukan tes HIV. Langkah ini penting untuk mencegah penularan dari ibu ke anak sejak dini. Tes ini gratis tidak dipungut biaya. Pelayanan Mobile VCT berkoordinasi dengan dinas Kesehatan untuk pemeriksaan HIV baik pada populasi kunci dan kelompok rentan.

  1. Pengobatan ARV Langsung di Puskesmas

Jika dahulu pasien HIV (ODHIV) harus merujuk ke rumah sakit besar untuk mendapatkan obat, kini Puskesmas Barengkrajan yang telah ditetapkan sebagai satelit penyedia layanan Antiretroviral (ARV). ODHIV bisa mengakses terapi ARV secara gratis dan rutin di Puskesmas terdekat tanpa perlu menempuh jarak jauh.

  1. Konseling Berkelanjutan dan Edukasi Stigma

Selain pengobatan medis, Tenaga Kesehatan (Nakes) dan konselor Puskesmas memberikan pendampingan psikologis. Upaya ini bertujuan menjaga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat seumur hidup serta mengedukasi keluarga pasien agar stigma negatif di lingkungan rumah dapat terkikis. Dilakukan juga Upaya penyuluhan Kesehatan reproduksi dan pencegahan penularan HIV di Sekolah, Pondok pesantrean dan kegiatan edukasi calon pengantin.

  1. Pendekatan Komunitas

Puskesmas juga aktif berkolaborasi dengan kader kesehatan desa/kelurahan, LSM lokal, dan komunitas pendamping. Kerjasama ini mempermudah pelacakan kontak (contact tracing) serta pendampingan bagi pasien yang lepas dari pengobatan (lost to follow-up).

Kepala Puskesmas menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan HIV sangat bergantung pada deteksi dini dan peran serta seluruh lini Masyarakat dan lintas sektor terkait. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memanfaatan layanan konseling dan tes HIV di Puskesmas terdekat, mengingat seluruh kerahasiaan data pasien dijamin penuh oleh standar medis.

By sam

error: Content is protected !!