Sab. Mei 2nd, 2026
[Drs. H. Imam Syafi’i, S.H., M.H., Legislator Partai NasDem]

Surabaya | AbangPutih.com – Drs. H. Imam Syafi’i, S.H., M.H., Legislator Partai NasDem menilai razia Pemkot Surabaya yang lebih menyasar kos-kosan ketimbang apartemen merupakan bentuk penggunaan kekuasaan yang justru menekan wong cilik.

“Menurut saya, selama ini yang saya ketahui pemerintah itu lebih banyak menggunakan pendekatan kekuasaan itu terhadap wong cilik,” tutur Imam Syafi’i, Senin (29/09/2025).

Namun menurut Imam Syafi’i, Pemkot malah terkesan minder ketika berhadapan dengan kategori masyarakat menengah keatas.

Imam Syafi’i mengatakan harusnya Pemkot juga merazia bangunan hunian bertingkat itu, agar tidak dianggap diskriminatif.

“Ketika menghadapi penghuni yang di apartemen, ini kan identik dengan masyarakat menengah ke atas. Itu pemerintah kota tidak percaya diri. Menurut saya kalau ada peraturannya tidak boleh di diskriminasi, harus diperlakukan sama,” tegas anggota Komisi D DPRD Surabaya ini.

Imam Syafi’i meyakini, apartemen ada juga yang difungsikan sebagai Kos-kosan, serta bukan warga asli dari kota Pahlawan.

“Pengamatan saya kok belum disasar apartemen. Padahal disitu juga fungsinya ada seperti kos-kosan ya. Tapi tidak semuanya, bahkan mungkin pastilah hampir pasti mereka kan juga bukan warga Surabaya,” ungkap Imam Syafi’i.

Oleh karena itu, Imam Syafi’i menghimbau agar penertiban administrasi kependudukan juga harus dilakukan di apartemen untuk data kependudukan.

“Kalau niatnya baik untuk menjaring susila maupun administrasi kependudukan, harus dirazia, supaya punya data. Itu sama-sama manfaatnya kalau melakukan razia ditempat selain kos-kosan, yaitu apartemen,” tandas Imam Syafi’i.

error: Content is protected !!