Rab. Jan 21st, 2026
[Muhammad Saifuddin, S.Sos., Anggota Komisi A DPRD Surabaya]

Surabaya | AbangPutih.com – Dalam acara HUT Golkar ke-60 Tahun di Bogor (12/12/2024) kemarin, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar kepala daerah dipilih oleh DPRD, alih-alih langsung oleh rakyat.

Usulan itu dilandasi oleh kondisi pelaksanaan Pilkada langsung yang menelan biaya hingga triliunan rupiah.

Terkait hal ini, anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Demokrat, Muhammad Saifuddin mengatakan, bahwa wacana ini cukup baik karena tentu perlu kajian-kajian mendalam, apakah pemilihan kepala daerah baik Gubernur, Bupati, maupun Walikota dipilih anggota dewan, melainkan tidak dipilih secara langsung oleh rakyat.

“Perlu kajian mendalam ya, dan saya pikir ada plus minus lah jika pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD, bukan pemilihan langsung oleh rakyat,” ujarnya, Selasa (17/12/2024).

Muhammad Saifuddin atau yang biasa akrab disapa Bang Udin menjelaskan, bahwa plus minus Pilkada dipilih anggota dewan diantaranya tercipta efisiensi biaya, cost politik minim, terhindar konflik sosial. Dan menurutnya, karena rakyat sudah memilih anggota dewan saat pemilu legislatif yang sudah terwakili di DPRD, sehingga cukup linear jika kepala daerah dipilih oleh dewan atau DPRD.

“Kita tahu Pilkada serentak kemarin, dimana salah satu daerah di Jatim memakan korban jiwa hanya karena berbeda pilihan, ini yang tidak kita inginkan,” tegas Bang Udin politisi muda cerdas Partai Demokrat Surabaya ini.

Sementara sisi minusnya, seakan-akan pemilihan kepala daerah dipilih oleh dewan maka terjadi kemunduran demokrasi itu belum tentu. Menurut Bang Udin, itu tergantung bagaimana sudut pandangnya. Jika kita melihatnya negatifnya, maka demokrasi kita mundur.

“Hak politik rakyat tidak hilang, karena ada Pileg, Pemilu, Pilpres yang tetap dipilih secara langsung. Yang pemilihan dipilih dewan atau DPRD itu hanya kepala daerah,” ungkap Bang Udin.

Yang pasti, kata Bang Udin, kita di daerah mengikuti aturan pemerintah pusat.

“Jika aturan pilkada dipilih dewan benar-benar terealisasi, maka kami mengikuti. Karena kami di daerah mengikuti instruksi pusat,” pungkasnya.

error: Content is protected !!