Ming. Jan 25th, 2026
[Ilustrasi Kesetaraan Gender]

Surabaya | AbangPutih.com – Konsep kesetaraan gender adalah prinsip dasar yang memastikan bahwa semua orang memiliki hak, peluang, dan perlakuan yang setara tanpa memandang jenis kelamin. Hal tersebut mencakup hak yang sama setiap orang untuk masuk ke sekolah, bekerja, dan membuat keputusan dalam berbagai aspek kehidupan.

Tujuan dari konsep ini adalah guna menghilangkan diskriminasi berbasis gender, yang selama ini menjadi penghalang bagi kemajuan masyarakat dan pencapaian keadilan sosial.

Akan tetapi, kesetaraan gender masih menjadi tantangan yang cukup besar di Indonesia. Banyaknya isu ini sering kali menjadi masalah keluarga. Perempuan biasanya diharapkan untuk dapat melakukan dua hal seperti: bertanggung jawab untuk dapat mengurus rumah dan mengasuh anak dalam keluarga, serta menjadi pekerja yang dapat membiayai kehidupan rumah tangga.

Hal itu disebabkan oleh beban domestik yang tidak setara, perempuan seringkali tertinggal dalam bidang karir atau pendidikan mereka. Laki-laki dianggap sebagai pencari nafkah keluarga, sedangkan perempuan dianggap sebagai ibu rumah tangga yang memiliki seluruh tanggung jawab dari pekerjaan rumah.

Paradigma masyarakat tentang kesetaraan gender menjadi pengaruh pada kehidupan sehari-hari. Banyak orang masih percaya bahwa laki-laki lebih cocok untuk bekerja di dunia kerja, sementara perempuan lebih cocok untuk bekerja di rumah.

Stereotip tersebut membatasi perempuan dalam berkarir dan menghalangi laki-laki untuk terlibat lebih aktif dalam mengurus rumah tangga. Pembagian peran yang seimbang mampu membantu keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.

Masyarakat perlu menanamkan perspektif yang lebih inklusif terhadap kesetaraan gender, terutama saat memberikan pemahaman kepada generasi penerus bangsa. Statment “Buat apa perempuan bersekolah tinggi, jika ujungnya berada di dapur” sudah saatnya dihentikan. Pendidikan menjadi kunci utama stereotip tersebut hilang. Pendidikan memberi perempuan kesempatan untuk menentukan hidup mereka sendiri dan mengatasi batasan sosial yang tidak adil.

Menjadi perempuan seutuhnya memang harus diterapkan kepada seluruh perempuan yang ada di Indonesia, bukan hanya menjadi seorang ibu yang pandai mengurus rumah dan mengasuh anak, tetapi menjadi perempuan seutuhnya dengan memahami dan menerima diri sendiri dan terus berusaha untuk tumbuh menjadi versi terbaik.

Pada akhirnya, kesetaraan gender bukan hanya mempertahankan hak perempuan saja, tetapi juga membangun kehidupan yang adil bagi semua orang. Hilangnya stigma dan stereotip yang menghalangi perempuan dalam menentukan jalan hidupnya, akan memberikan kebebasan bagi mereka untuk tetap melanjutkan pendidikan dan berkarya dalam karir yang akan mereka tuju.

Sudah saatnya menutup pandangan buruk tentang ketidaksetaraan gender yang ada di Indonesia, dengan menciptakan pandangan baru yang lebih baik dan berkeadilan.





Penulis: Earlene Aprillia Wulandari, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga.
Editor: Rizal.

error: Content is protected !!